Jika Anda pernah bertanya-tanya “ikan hiu bisa dimakan atau tidak”, jawaban sederhana adalah: iya — beberapa spesies hiu memang bisa dijadikan makanan. Namun, konsumsi hiu bukan sekadar memasaknya lalu disantap. Artikel ini akan membawa Anda memahami secara lengkap tentang spesies yang layak konsumsi, risiko kesehatan, teknik persiapan, hingga aspek keberlanjutan. Dengan begitu Anda bisa membuat keputusan yang bijak.
Mengapa Konsumsi Hiu Menjadi Perdebatan?
Pertama-tama, konsumsi hiu menghadirkan tiga ranah penting: kesehatan manusia, ekologi laut, dan budaya/kemungkinan komersial.
- Dari sisi kesehatan: hiu sebagai predator puncak memiliki potensi akumulasi zat berbahaya seperti merkuri. The Environmental Literacy Council+2kelolalaut.com+2
- Dari sisi ekologi: banyak spesies hiu tumbuh lambat dan bereproduksi sedikit — artinya jika dieksploitasi secara berlebihan akan terjadi kondisi kritis. Environmental Research Institute+1
- Dari sisi konsumsi/kelayakan pangan: tekstur, rasa, dan cara pengolahan hiu berbeda dengan ikan konsumsi umum. kelolalaut.com+1
Karena itu, pertanyaan “ikan hiu bisa dimakan” memerlukan jawaban yang lebih dari sekadar “ya” atau “tidak”.
Spesies Hiu yang Umumnya Dikonsumsi (dan Syaratnya)
H3: Spesies yang lebih aman untuk dikonsumsi
Beberapa jenis hiu yang sering disebut layak makan, dengan catatan pengolahan dan pemilihan yang tepat:
- Mako Shark — daging putih, tekstur mirip ikan pedang, relatif “lebih baik” dibanding spesies besar lainnya dalam hal merkuri. The Environmental Literacy Council+1
- Thresher Shark — daging padat, sering dikonsumsi di beberapa wilayah. Gomae Meal Prep+1
- Blacktip Shark — jenis yang lebih kecil, potensi akumulasi racun lebih rendah. The Environmental Literacy Council+1
- Blue Shark — salah satu hiu yang paling banyak dikonsumsi globalnya, meskipun ada catatan racun. National Geographic+1
H3: Spesies yang harus dihindari atau dikonsumsi sangat hati-hati
- Hiu besar, umur panjang, predator puncak seperti Great White Shark atau hiu Greenland memiliki konsentrasi merkuri dan urea yang sangat tinggi. The Environmental Literacy Council+1
- Spesies yang dilindungi atau populasinya menurun — dari aspek keberlanjutan sebaiknya dihindari. Environmental Research Institute
Apa Saja Risiko Jika Mengonsumsi Hiu?
H4: Risiko kesehatan
- Hiu bisa mengandung merkuri dalam kadar tinggi karena mereka berada di puncak rantai makan. Merkuri bisa merusak sistem saraf, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil. The Environmental Literacy Council
- Daging hiu mengandung urea yang setelah mati bisa terurai menjadi amonia — jika penanganan buruk, rasa dan bau bisa sangat tidak enak. The Environmental Literacy Council+1
- Ada risiko pengotoran lainnya seperti PCBs atau bahan kimia industri dalam daging hiu dari laut tercemar. Wikipedia
H4: Risiko ekologi & keberlanjutan
- Banyak hiu hidup lama, berkembang biak lambat, sehingga eksploitasi bisa menurunkan populasi mereka secara drastis. Environmental Research Institute
- Konsumsi hiu yang tidak terkontrol bisa berarti kontribusi terhadap trade ilegal dan penangkapan yang tak berkelanjutan. National Geographic
Bagaimana Cara Menyajikan Hiu yang Aman dan Layak Konsumsi?
H3: Pemilihan yang tepat
Lebih baik pilih hiu jenis yang lebih kecil, tumbuh cepat, dan dari wilayah yang bersih secara lingkungan. Pastikan spesies tidak termasuk yang dilindungi atau rentan.
H3: Penanganan & persiapan
- Setelah penangkapan, segera buang darah dan isi perut. Hindari daging yang lama terpapar suhu hangat. spo.nmfs.noaa.gov+1
- Rendam daging hiu dalam air dingin dengan sedikit lemon/ cuka untuk mengurangi bau amonia. The Environmental Literacy Council+1
- Masak hingga matang sempurna, jangan dimakan mentah, karena potensi racun atau bau bisa tinggi.
- Simpan pada suhu dingin, dan konsumsi dalam waktu wajar.
H3: Metode masak
Daging hiu cocok dipanggang, digoreng, dibuat sup atau stew. Karena teksturnya padat, cocok untuk indikasi “ikan tebal” dan bisa menyerap bumbu dengan baik.
Apakah Konsumsi Hiu Cocok di Indonesia?
Sebagai pengamat atas konsumsi ikan dan laut, saya menilai bahwa konsumsi hiu di Indonesia bisa dilakukan dengan syarat:
- Pastikan spesies dan asal-nya jelas. Hiu dari laut yang tercemar bisa membawa racun lingkungan.
- Pastikan penangkapan legal dan tidak termasuk yang dilindungi. Ini aspek etika dan keberlanjutan laut.
- Karena banyak ikan konsumsi bisa dipakai sehari-hari dengan risiko lebih rendah, saya pribadi menyarankan konsumsi hiu sebagai opsi bukan rutinitas.
- Di Indonesia, preferensi masyarakat terhadap “daging hiu” masih rendah dibanding ikan konsumsi umum. Ini karena rasa, bau, dan juga persepsi. Dengan persiapan yang baik, tentu bisa diterima.
Ringkasan: Ikan Hiu Bisa Dimakan, tapi…
Ya — ikan hiu bisa dimakan. Namun tidak semua hiu dan tidak dengan cara sembarangan. Anda harus memperhatikan spesies, asal, penanganan, kesehatan tubuh, serta keberlanjutan laut. Jika dilaksanakan dengan benar, hiu bisa menjadi tambahan yang menarik dalam ragam makanan laut Anda. Tetapi jika asal-asalan — risiko kesehatan ataupun dampak lingkungan bisa muncul.





Leave a Reply